Ads 468x60px

8/16/2017

Begini Caranya Menghitung Batas Maksimal Pembelian Pulsa Listrik (Token PLN Prabayar)

Untuk mencegah penimbunan maka PLN membatasi jumlah pembelian token/pulsa listrik
PLN membatasi jumlah pembelian token/pulsa listrik untuk mencegah penimbunan
AEROPULSA.COM - Seperti kita ketahui bersama kalau pihak operator seluler tidak melakukan pembatasan pembelian produk pulsanya. Kita bebas-bebas saja mau beli berapa kalipun, berapapun nominalnya, terserah kita selama kita mau dan ada uang tentunya. Nah hal tersebut ternyata tidak berlaku untuk produk pulsa listrik / token PLN prabayar . Ternyata dibatasi, walaupun sama-sama prabayar dan sama-sama termasuk produk pulsa. Mengapa begitu? Bukankah seharusnya senang kalau produknya laku?

PT PLN (Persero) melakukan pembatasan pembelian pulsa listrik (token) untuk setiap bulannya semata-mata  untuk menghindari pelanggan listrik prabayar menimbun pulsa listrik. Hal itu dilakukan karena tarif dasar listrik (TDL) mengunakan mekanisme Tariff Adjustment yaitu fluktuatif mengikuti pergerakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan inflasi bulanan.

Lalu, berapa banyak PLN membatasi pembelian pulsa per golongannya? Menurut Direktur Operasi Jawa-Bali, Ngurah Adyana yaitu maksimal 720 jam/bulan. Batas pulsa listrik yang bisa digunakan diset di setiap meter box. Anda tidak akan dapat melakukan top-up token listrik untuk bulan itu bila sudah melakukan top-up sebesar batas yang ditentukan. Darimana sih angka 720 jam? 720 berasal dari perhitungan 24 jam (dalam sehari) x 30 hari (dalam sebulan). 24 x 30 = 720.

Saya jadi teringat akhir tahun 2016 ada petugas PLN yang datang ke rumah melakukan pengecekan meteran listrik padahal rumah saya menggunakan listrik prabayar. Waktu itu saya hanya mengira pengecekan biasa saja untuk mengetahui apakah meterannya diutak-atik atau tidak. Ternyata oh ternyata bulan Januari 2017 tarif listrik NAIK dan itu merupakan kenaikan tarif listrik tahap pertama. Hmm.. berarti petugas itulah yang menyeting meteran listrik di rumah saya supaya saya tidak bisa membeli pulsa listrik lebih dari batas 720 jam tersebut.

PLN memberikan rumus hitungan batasan untuk mengkonversi jumlah batasan menjadi rupiah (batas maksimal token dalam bentuk uang).
Rumus:
720 jam x Golongan Daya (dalam kiloWatt) x Harga kWh = Harga Maksimal Pembelian Setiap Bulannya

Contoh Perhitungan:
Misal, Anda menggunakan golongan daya 900 VA dengan harga per-kWh adalah Rp. 1.352. (tarif bulan Mei-Juni 2017)

Maka:
  1. Hitung Batas kWh/Bulan
    > (Golongan Daya/1000 watt) x 720
    > (900VA/1000 watt) x 720
    > 0,9 kWh x 720 = 648 kWh
    Jadi setiap bulan bagi pelanggan golongan daya 900 VA maksimal jumlah kWh yang diijinkan adalah 648 kWh.
  2. Konversi kWh ke Rupiah
    > Batas kWh x Rp. 1.352
    > 648 x Rp. 1.352 = Rp. 876,096
    Jadi setiap bulan bagi pelanggan golongan daya 900 VA maksimal pembelian token listrik yang diijinkan adalah Rp. 876,096. Jika ternyata sebelum berganti bulan misalnya tanggal 27 listrik di rumah Anda sudah habis sedangkan total pembelian token sudah mencapai batas maksimal maka siapkan lilin atau petromaks sampai awal bulan depan.